Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, 29 January 2013

Rindu


"Semilir angin, gemercik air, memecah lika-liku kelokan dalam menyusuri sunyi keheningan kelam. Menjanjikan satu sinar pemecah mimpi panjang..

...rindu...

..jikalau kata rindu tak cukup pantas memanifestasikan malam, kan kucipta hal yang jauh lebih dramatis untuk melukisnya...."



29 Januari 2013

Saturday, 17 March 2012

Belajar dari Dominasi

Jika muak akan dominasi, pikirkanlah. Jika kesal, lakukanlah. Jika lelah, berjuanglah. Jika putus asa, keras hatilah. Dominasi tak akan mudah runtuh. Sekali, dua kali, tiga.. empat.. sembilan puluh sembilan, teruskan! 

Jika berpikir, berlaku, berjuang, dan berkeras hati sudah kau lakukan..
Renungkanlah..

"Sudah belajar apa kau selama ini?"

17 Maret 2012



Aku Ada Untuk Apa?

Pemikiran tak akan padam meski mimpi besar mungkin tak terwujud. Semua kekal dan akan terus kuperjuangkan, karena untuk itulah aku hidup.

Semua ini tak kan habis tersapu angin dan hujan. Kobaran api dalam hati akan terus memberontak, hingga saatnya tiba.. Saat dentuman perasaan tak lagi mampu ditafsir oleh semesta. Aku ingin sekali lagi bertanya,
"Aku ada untuk apa?"

Jika kau bilang ini akhir dari segalanya, bukan! Ini awal dari semuanya. Belajar memahami prinsip dan idealisme, belajar membangun kemandirian.

Dan suatu saat kita akan tertawa, mengenang masa ini dan melihat apa yg kita putuskan sekarang adalah apa yang akan kita lakukan esok.

Hingga saat itu tiba, saat semua adalah buah dalam menapak tantangan dunia, akan muncul sebuah pertanyaan.

"Sudah jadi apa kita untuk negeri ini?"



3o Januari 2012


Konspirasi : Keadilan

Suatu malam, aku berpikir.
Ya, malam ini harus kuungkap.
KONSPIRASI, sebuah rahasia.
Seribu tahun penzaliman massal yang mengakar di dalam otak bodoh keluguan manusia. 

Tutup matamu dengan kenyataan! Nilai keadilan yang kau agungkan tidak BERLAKU disini! 
Demokrasi hanya sebatas goresan pendosa yang berlindung pada nilai Sang Nabi. Aku mati! Aku mati! 
Gurat kekecewaan menjadi takdir. Pendewasaan macam apa jika saat menjadi tua 'DISINI', idealismeku dimatikan oleh kenyataan! 
Berjuang tanpa menang, tapi berjuang untuk menangisi kepuasan. HINA! 

Aku menjadi Hina, bersama jiwa kobar perjuangan yang tunduk pada kemunafikan. Kau bersembunyi dibalik tembok Kebajikan KAWAN, mana mungkin aku melawan.
Kehidupan negeri yang sudah mendidikku menjadi orang tak merdeka, yang memaksaku mencari kembali apa makna KEADILAN. Ya, semua SEMU! 

Senyum itu, semangat itu. Aku bukan bilang itu kau, aku bilang tentang MEREKA. Aku tidak peduli pada apa yang kau lakukan, tapi aku pantang terhadap mereka. Mereka yg membelenggu pemikiran dan mendominasi keadilan. 
Suatu saat akan kutemukan keadilan. Jika hancur adalah syaratnya, maka akan kuhancurkan.. Kuhancurkan..


30 Januari 2012

Kaderisasi KM-ITB

Ketika selesai menjalankan amanah sebagai Menteri Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) KM-ITB periode 2012-2013, saya sering mendapatk...